Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2023

"Masih Kecil Gak Boleh Pacaran" Katanya

       "Hushhh!! masih kecil. Tidak boleh pacar-pacaran. Sekolah dulu yang pintar" adalah kalimat yang mungkin pernah kita dengar. Umumnya, orang tua yang melontarkan kalimat tersebut kepada anaknya. Hal itu orang tua katakan supaya anaknya tidak mengenal pacaran di usia anak-anak. Anak-anak ya masanya bermain dan belajar, bukan berpacaran. Apalagi masih kecil, wah jangan tidak boleh itu. Nanti kalau sudah besar, baru boleh pacaran. Mungkin seperti itu pemikiran orangtuanya.         Cara berpikir anak-anak ini liar sekali. Di sini yang dimaksud liar bukan kritis ya. Mereka akan terus mencari dan mencari tahu tanpa memperhatikan metode berpikir yang benar. Hal itu anak lakukan jika apa yang ingin diketahuinya tidak kunjung ia ketahui. Orangtua harus hati-hati di sini dalam bermain kata pada anaknya khususnya dalam memberitahu anaknya supaya tidak berpacaran. Kalimat "jangan pacaran dulu. Kamu masih kecil" ini bukanlah kalimat yang sesuai untuk...

Dicekik Bajak Laut di Depan Toilet Umum

       Minggu lalu, saya menemani peserta didik kelas 6 rekreasi ke Malang. Sudah menjadi perkara biasa bus berhenti di rumah makan, SPBU, dsb. Sopir bus memberi kesempatan pada kami untuk turun dan pergi ke toilet. Untuk buang air kecil, air besar, cuci muka, mandi, terserah penumpang bus sudah. Namun, keberadaan bajak laut yang kerjanya hanya duduk saja di depat toilet, sungguh menyebalkan sekali. Apalagi saya habis dicekik oleh si bajak laut tersebut.         Saya pergi ke toilet bersama rombongan guru-guru. Niat saya ke toilet itu mau cuci muka, gosok gigi, dan ganti sarung. Begitu sampai di dekat toilet, tampak ada seorang bajak laut tua yang menunggu di depannya. Saya perhatikan saja, tidak ada keterangan mandi harus bayar berapa, buang air kecil harus bayar berapa. Berbeda dengan toilet-toilet yang pernah saya jumpai. Yang saya tahu biasanya ada keterangan mandi harganya berapa, buang air kecil berapa, dst. Tapi untuk toilet yang satu ...

"Kalau Tidak Pacaran Terus Nikahnya Bagaimana?" Tanyanya

Gambar
       "Kalau tidak pacaran, terus nikahnya bagaimana?" adalah pertanyaan yang sering sekali saya dengar dari mahkluk hidup di lingkungan saya. Pertanyaan tersebut diutarakan ke saya setelah mereka tahu jawaban bahwa saya tidak pernah berpacaran dan tidak akan pernah mau berpacaran. Karena mati adalah kehormatan bagi saya daripada saya harus berpacaran. Melihat pertanyaan tersebut, menandakan bahwa menurut mereka pacaran adalah sebuah jalan yang wajib ditempuh makhluk hidup sebelum menuju ke pernikahan, titik. Tidak peduli pacaran itu dosa dan lain sebagainya. Menurut saya, ini adalah pemikiran orang tidak waras yang patut ditenggelamkan dalam samudera kebijaksanaan.        Saya rasa, hampir semua makhluk hidup beranggapan bahwa kalau mau menikah harus pacaran dulu. Saat saya dakwah di grup wa misalnya, saya langsung sampaikan ke dalam grup "bagi yang punya pacar, silahkan putuskan pacarnya. Bagi yang tidak punya, jauhi dan jangan sampai mendekati...

Yang Gak Normal Itu Yang Pacaran

Gambar
       Pernah suatu hari di depan kelas 2A, saya melihat Bu Jihan sedang duduk. Tahu hal itu, saya hampiri dia dan ingin melempari dia beberapa pertanyaan seputar pernikahan mengingat dia baru menikah. Kurang lebih pernikahannya telah berjalan dua sampai tiga bulan begitu. Pertanyaan yang saya utarakan kepada dia diantaranya adalah masalah apa yang dihadapi di dalam rumah tangga pasangan yang baru nikah, bagaimana cara menyelesaikannya, bagaimana sikap suami di mata istri agar istri merasa nyaman dalam berumah tangga, dsb. Dari beberapa pertanyaan ini, akan saya jadikan  layaknya akar. Dari sini harapannya saya sih dapat pengetahuan baru tentang apa yang ada di dalam pernikahan pasangan baru.          Namun, saya sangat terkejut dengan jawaban Bu Jihan saat itu. Begitu saya tanya seperti pertanyaan di atas tadi, dia hanya jawab "ya gitu". Saya coba ringkas kalimat pertanyaan saya kepada dia. Belum selesai pertanyaan itu diringkas,  ...