Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pendidikan

Setujukah Anda Jika Anak Anda Ujian Akhir di Sekolah?

       Satu Minggu yang lalu, ibu saya menghadiri rapat wali murid di sekolah adik saya. Rapat tersebut diadakan pada siang hari pukul 11:00 WIB. Yang menarik dari rapat itu adalah pertanyaan "setujukah anda jika anak anda ujian akhir di sekolah?"         Dari pertanyaan di atas, ibu saya menjawab tidak setuju. Dari banyaknya wali murid yang hadir, hanya 11 orang yang menjawab tidak setuju, selebihnya menjawab setuju. Karena ibu saya menjawab tidak setuju, ibu saya pulang lebih lambat daripada yang menjawab setuju. Perlu diketahui jumlah murid pada kelas 6 adalah 38 murid. Pembaca bisa menyimpulkan sendiri prosentase antara yang menjawab setuju dan tidak.         Ibu saya menjawab tidak setuju karena dua alasan. Pertama; adik saya setahun full, sekolah di rumah tanpa tatap muka. Melalui zoom saja tidak pernah, kok tiba-tiba ujian akhir dilaksanakan di sekolah, kan lucu namanya itu. Selama ini adik saya mengerjakan tugas dibantu...

Ujian Komprehensif: Apa Gunanya Kisi-Kisi?

      Ujian komprehensif adalah syarat untuk mendaftar sidang skripsi. Bagi siapa saja yang ingin mengikuti ujian tersebut harus menempuh beberapa syarat, salah satunya adalah mahasiswa telah menempuh setidaknya 150 SKS. Nah dalam Ujian ini ada tiga kompetensi pokok yaitu kompetensi utama, fakultas, dan jurusan. Ini sungguh membuat mahasiswa pusing karena hampir semua makul mulai dari semester satu sampai tujuh akan diujikan. Untuk mengurangi kepusingan tersebut, pihak fakultas memberikan kisi-kisi bagi mahasiswa yang mengikuti ujian komprehensif. Harapannya adalah dapat membantu sekaligus mempermudah mahasiswa mempelajari materi yang akan diujikan. Namun fakta di lapangan, ternyata penguji memberikan ujian secara lisan dan tidak sesuai dengan kisi-kisi. Lalu pertanyaannya adalah apa gunanya ada kisi-kisi? Saya jadi kasihan dengan mereka yang belajar mengikuti kisi-kisi tersebut sampai tengah malam tetapi yang mereka pelajari meleset semua.        ...

Pengetahuan yang Terhalang Tembok Silabus

       Tujuan pelajar datang ke sekolah adalah untuk menimba ilmu pengetahuan. Seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas akan menjadikannya sosok yang pandai dan bijaksana. Namun, lembaga pendidikan di Indonesia justru mengekang seseorang untuk berpikir dalam mengembangkan kemampuan mereka. Mereka dikekang dengan adanya silabus. Hal serupa juga pernah terjadi di Barat pada abad pertengahan, dimana dominasi gereja merajalela. Abad ini dikenal dengan dark age. Dengan adanya dominasi ini membuat ahli pikir susah mengembangkan kebebasan dalam berpikir. Alasannya adalah kekangan yang bersifat dogmatis. Misal ahli pikir menemukan teori bahwa bumi bulat, tetapi dogma gereja mengajarkan bumi itu datar, maka kebenaran yang diakui adalah dogma gereja. Dengan kata lain, ajaran yang berbeda dengan ajaran gereja, secara mutlak tidak dibenarkan. Kalau ada yang menentang kebeneran dogma-dogma gereja, orang tersebut akan menerima hukuman.        Silabus ...