Intimasi Fisik Dalam Pacaran Tidak Bisa Dihindarkan
Intimasi merupakan tingkat kedekatan dan ikatan yang terjalin antara seseorang dengan pasangannya. Ada lima macam intimasi. Yang pertama intimasi sosial, spiritual, intelektual, emosional, dan fisik. Dalam tulisan ini, penulis hanya membahas intimasi fisik saja.
Intimasi fisik merupakan bentuk kedekatan dengan pasangan yang melibatkan kontak fisik. Bentuknya seperti; pegangan tangan, berpelukan, berciuman, cuddling, dan sex. Menurut riset, semakin besar kita melibatkan kontak fisik dengan pasangan kita, semakin tinggi kepuasan dalam hubungan kita.
Di dalam pacaran contohnya, sulit sekali kita menghindarkan diri dari yang namanya kontak fisik. Ada kalanya pasti kita pernah bergandengan tangan dengan pacar kita seperti itu. Disengaja atau tidak, pasti kita pernah melakukan kontak fisik dengan pacar atau pasangan kita. Jadi omong kosong kalau ada orang berkata mereka pacaran tidak ngapa-ngapain. Di sini yang saya maksud adalah pacaran langsung, bukan pacaran virtual. Pacaran virtual bukan termasuk pembahasan saya di sini. Karena pacaran virtual tidak termasuk ke dalam bentuk intimasi fisik, melainkan intimasi emosional.
Nah, kalau sudah tahu intimasi fisik tak dapat dihindarkan dalam pacaran, sebaiknya kita jauhi pacaran. Karena secara tidak langsung, hal itu dapat menjatuhkan harga diri kita sebagai manusia. Tidak tahu, kalau memang dari awal kita merasa tidak mempunyai harga diri. Seperti yang kita tahu, orang yang pacaran kan tidak ada harga dirinya. Dipegang-pegang sama seseorang yang belum jelas jadi pasangan halalnya saja mau. Apalagi yang baru-baru ini, puasa tetapi pacaran. Itu kan sama saja seperti kita makan ayam geprek sambil BAB.
Ada hal yang ditakutkan dalam intimasi fisik ini, yakni pasangan muda jatuh ke dalam seks bebas. Ini adalah puncak dari bentuk intimasi fisik. Akhirnya apa yang terjadi? Kasus aborsi dan menikah dini merajalela. Memang, awalnya hanya pegangan tangan. Setelah merasa bosan pegangan tangan, penasaran ingin tahu rasanya pegang yang lain. Setelah itu bosan lagi, ingin merasakan yang namanya ciuman kemudian. Terus sampai ke puncaknya yakni seks. Semoga kita semua dalam lindungan Allah dan senantiasa dijauhkan dari zina. Aamiin
Yang tak kalah memprihatinkan adalah runtuhnya moral anak bangsa, jika pacaran dibiarkan begitu saja. Bukan masalah trend atau keren. Lihat dulu, kerennya dalam hal positif atau negatif, kan seperti itu. Apalagi mohon maaf, di kota-kota besar, seks bebas itu sudah dianggap biasa. Pacaran tanpa seks bebas itu gak sah menurut mereka. Coba pembaca lihat di YouTube tentang pengalaman dan pengakuan orang-orang selama berpacaran. Ada banyak yang mengatakan mereka pernah seks. Kalau tidak seks, dia akan diputuskan katanya. Habis itu, saat seks divideo oleh pacarnya. Untuk apa gitu loh batin saya. Bodohnya itu bodoh sekali.
Sumber: Jakubiak, B.K. (2022). Affectionate Touch in Satisfying and Dissatisfying Romantic Relationships. Journal of Social and Personal Relationships, 39(8), 2287-2315.