Ada Guru Malu Baca Teks di Layar
Tadi, kami ada acara pelatihan pembelajaran mendalam di universitas Islam swasta di Jember. Acara tersebut dihadiri oleh guru kelas 4-6 SD se-kecamatan Patrang. Pada saat pelatihan pembelajaran mendalam tadi, ada peristiwa yang menggelitik perut saya. Peristiwa di mana ada guru laki-laki diminta maju ke depan untuk baca, tapi dia malu. Dia sempat maju ke depan, begitu disuruh baca teks di layar, dia malu dan lalu menuju ke tempat duduknya kembali. Dalam benak saya "loh loh loh ada juga lah model guru seperti ini."
Saya nggak ngerti apa yang membuat guru tersebut malu tatkala diminta membaca teks di layar. Menurut saya aneh sekali ada guru disuruh baca malu. Tapi dia mau loh tadi disuruh maju ke depan untuk baca. Nggak malu ini dia pas maju ke depan. Begitu mau baca, lah kok balik lagi ke belakang. Ya Allah tahu gitu kalau malu ya mending nggak usah maju. Biar malunya gak double. Kasihan dia diketawain orang sebanyak itu di dalam ruangan tadi. Sekilas gurunya masih muda. Sebaya dengan saya lah.
Saya nggak bisa membayangkan bagaimana guru ini mengatur siswa di dalam kelas. Siswanya disuruh maju ke depan nulis di papan nggak boleh malu gitu mungkin ya. Tapi dirinya sendiri pas disuruh maju untuk baca saja malu ya Allah. Jujur, saya ikutan malu saat itu loh. Dia itu guru soalnya. Dia publik figure di kelas. Ngapain malu coba? Nggak diapa-apain cuma disuruh baca sudah itu aja. Ya Allah bisa balik kanan dan anteng lagi di tempat duduknya. Ya batin saya kalau memang nggak mau maju untuk baca ya sudah bilang aja dari awal gak mau. Ini dia maju mau-mau aja ini. Begitu dipersilahkan membaca, Ya Allah balik lagi ke tempat duduknya. Kejadian itu menyita perhatian banyak orang tadi. Banyak yang menyayangkan bahwa sikap tersebut tidak sebaiknya dimiliki oleh seorang guru. Akhirnya jadi tambah malu kan setelah diketawain oleh seluruh peserta pelatihan di dalam ruangan.