Hari Guru 2025: Momen yang sangat Sulit untuk Dilupakan

           Saya rasa, hari guru kemarin, menjadi momen yang sulit dilupakan bagi saya. Sebab saat ini saya mengajar di tempat yang berbeda. Selain itu, saya juga menjabat sebagai guru kelas. Berbeda dengan sebelumnya, di mana saya menjabat sebagai guru mata pelajaran. 

       Menjadi guru kelas, umumnya mendapat perlakuan yang berbeda di hari guru. Di mana banyak sekali kejutan, prank, hadiah yang diberikan oleh siswa-siswi kepada guru kelas tercintanya. Berbeda dengan guru mapel, yang tak mendapat sambutan semeriah guru kelas. Tapi bukan itu sih poinnya. 

       Hari guru adalah hari yang dinanti-nanti oleh seluruh siswa. Di kelas saya misalnya, mereka telah merencanakan surprise jauh-jauh hari. Menurut saya itu terlalu berlebihan begitu. Untuk saya, cukup berikan ucapan selamat saja. Tetapi kemarin itu berbeda. Saya justru mendapat sambutan yang luar biasa meriah. Dan saya berterima kasih untuk itu.

       Hari guru kemarin, saya sengaja menyusun prank untuk anak didik saya. Saya berpura-pura mengikuti upacara di alun-alun. Padahal sebetulnya saya bersembunyi di perpustakaan. Saya suruh salah satu guru untuk memberitahu mereka di kelas bahwa saya keluar ikut upacara di alun-alun. Guru tersebut lalu memberi tugas pada anak-anak. Mereka tampak sedih saat itu. Singkat cerita, saya masuk dari pintu belakang dan boooommm (bunyi party popper). Semua merayakannya dengan happy. 

      Saya duduk di bangku saya. Lalu kemudian saya lihat anak-anak satu persatu ke depan sambil menyerahkan hadiah kepada saya. Tak lupa mereka juga mengucapkan selamat hari guru. Saat itu saya speechless. Karena ini pertama kali saya mendapatkan sambutan semeriah itu selama berkarir menjadi guru. Dulu di tempat ngajar yang berbeda, saya pernah mendapatkan ucapan selamat hari guru. Namun, tidak semeriah ini. Tapi bukan itu sih poinnya. 

       Lewat tulisan ini, saya hanya mau bilang terima kasih pada anak-anak semua. Kalian semua hebat dan saya mengakui itu. Tanpa kalian memberi hadiah sebanyak itu, saya sebagai guru kalian sudah happy melihat kalian. Saya juga nggak tahu datangnya happy itu dari mana. Saya nggak pernah mengejar happiness padahal. Sedikit ada kutipan dari Aristoteles "sesungguhnya orang yang mengejar kebahagiaan, mereka tidak akan pernah merasakan kebahagiaan." Sekedar informasi, dibanding dengan guru-guru yang lain, saya sendiri yang paling banyak menerima hadiah dari murid-murid saya. Dan saya tidak akan pernah lupa dengan itu. Akan ada cerita-cerita menarik dari mereka yang akan saya ukir di blog usang ini nanti. 

Postingan populer dari blog ini

Utopia Pribadi: Kebijakan Personal Vehicle Free Every Morning di Kreongan Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur

Kalau mau Ngasih, Kasih aja

Oh Jadi ini Biang Keroknya