Menjelang Hari Guru: Butuh Waktu 100 Tahun untuk Berhasil Prank Saya

       Tadi pagi, di sela-sela pembelajaran Bahasa Indonesia, saya perhatikan anak-anak sedang  mendiskusikan sesuatu. Saya suruh beberapa anak untuk kembali ke tempat duduknya masing-masing. Setelah itu, mereka kembali lagi mendiskusikan sesuatu. Saya yang saat itu tengah membimbing siswa secara privat dalam menyusun langkah-langkah wawancara, tanya kemudian. "Kalian di sana itu diskusi tentang apa rek?" Dalam hati saya "oke gpp mereka berkumpul di sana. Paling ya diskusi tentang langkah-langkah wawancara." Salah satu dari mereka "gak ada pak." 

       Mendengar kata "gak ada pak." Ya jelas pasti ada sesuatu itu. Oh saya mau coba dibohongi. Saya lalu tanya ke Ayus, murid saya. "Diskusi tentang apa di sana yus?" Siswa-siswi yang lain bilang "jangan dikasih tahu yus! Awas kamu nanti ya." Sepintas memang saya amati ada yang disembunyikan dari saya. Tapi saya tahu itu apa. Lalu kemudian saya berkata "eh saya tahu kalian diskusi tentang apa dari tadi." Salah satu siswi bertanya "apa coba tebak pak." Saya jawab "hari guru kan?" Semua siswi menjawab "behhh salah ya." Tapi dari gesture mereka saat berkata itu kelihatan kalau mereka berbohong. Mereka tengah menyusun rencana surprise terhadap saya itu. Saya lalu bilang ke mereka " surprisenya jangan sampai mudah ketebak ya!" Wahh mereka langsung berkata "apa sehhh pak" sambil menunjukkan raut wajah kesal. 
 
       Keputusan yang salah di sini adalah mereka diskusi seperti itu ketika ada saya di kelas. Seharusnya, mereka mendiskusikan itu di grup wa atau ketika tidak ada saya. Ya walaupun hasilnya tetap sama sih. Bagi saya, surprise di hari guru itu sudah umum dilakukan oleh siswa-siswi di Indonesia. Saya tidak tekejut lagi akan hal itu. Ketika jam istirahat, salah satu siswa kepercayaan saya, membocorkan informasi pada saya bahwa mereka tengah menyusun rencana surprise hari guru terhadap saya. Tanpa dikasih tahu pun, saya sudah tahu. Hmm saya jadi tertarik untuk surprise mereka balik haha. 

       Saya pernah memiliki satu pengalaman di mana saya diberi kejutan oleh murid-murid saya di hari ultah. Saya sama sekali tidak terkejut. Karena saya tahu akan hal itu. Dulu ada salah satu siswi saya tanya mengenai har dan bulan lahir saya. Saya jawab 8 Juni. Dia tanyanya itu bulan September. Di situ saya sudah wanti-wanti, oh berencana ngasih surprise saya sepertinya. Tanggal 8 Juni 2022, saya piket di depan. Ada siswi 5B bilang ke saya kalau ada murid saya yang bertengkar di kelas. Saya bilang ke siswi itu "hadehh ulang tahun pasti ini ya." Begitu saya buka pintu kelas, saya sama sekali tidak terkejut loh jujur. Di situ tampak lampu mati, terus semua siswa memberi saya kado dan kue tart. Jujur, saya sama sekali tidak terkejut. Tapi saya sangat apresiasi kejutan dari mereka. Jujur saya merasa bersalah salah saat itu. Seharusnya saya pura-pura terkejut saja saat itu supaya mereka senang haha. 

       Hari Selasa Minggu depan adalah hari Guru. Saya tidak tahu kejutan seperti apa yang murid-murid saya berikan nanti. Saya sudah tahu mereka akan menyusun siasat di hari guru. Tapi saya pribadi belum tahu betul kejutan atau prank apa yang akan mereka lakukan nanti. Tapi saya sudah menyiapkan diri akan hal itu. Semoga saja tidak mudah ketebak. Saya sudah tidak sabar menantikannya. Semangat murid-muridku semuanya! 

Postingan populer dari blog ini

Utopia Pribadi: Kebijakan Personal Vehicle Free Every Morning di Kreongan Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur

Kalau mau Ngasih, Kasih aja

Oh Jadi ini Biang Keroknya