UTS dan UAS di Kampus lebih baik Ditiadakan

      Selama saya menempuh pendidikan S1, saya belum pernah menemukan ada dosen membagikan hasil ulangan mahasiswanya. Saya juga tidak tahu kira-kira kenapa ya? Tahu-tahu kita dapat A aja gitu. Jangan bagi deh, ngasih tau nilai ulangan kami saja nggak pernah. Itu kayak kita datang periksa ke dokter, tapi dokter nggak ngasih tau kita mengidap penyakit apa. 

       Ulangan itu perlu dibagikan sebagai bahan refleksi bagi mahasiswa. Kalau nggak dibagikan, mahasiswa tahu dari mana kalau jawaban ulangan mereka benar semua? Ya nggak tahu ya, yang pasti setelah ulangan diserahkan ke dosen ya sudah selesai. Koreksi bersama atau apa nggak ada itu selama saya jadi mahasiswa. Dosen di kelas menerangkan soal pentingnya refleksi dan evaluasi. Lah sama dirinya sendiri tidak dipraktekkan. 

      Masih menjadi misteri kenapa ya ulangan di kampus itu nggak pernah dibagikan ke mahasiswanya. Yang terjadi di sini akhirnya prasangka. Apa oleh beliau sudah dikoreksi tapi nggak dibagikan. Apa oleh beliau nggak dikoreksi sehingga pada akhirnya nggak dibagikan, saya juga tidak tahu. Yang saya tahu, dulu saat jadi mahasiswa, ulangan yang sudah saya kerjakan nggak pernah dibagikan ke saya.  Tahu-tahu nilai saya A aja gitu. Saya kan juga perlu tahu nilai ulangan saya berapa, jawaban yang salah mana, dst. Kalau ulangan tengah semester dan akhir semester cuma dijadikan jadwal aja ya mending gak usah diadakan ulangan. Ya bikin tambah stres aja kalau di saya mah. 

     Perlu digarisbawahi bahwa ini adalah pengalaman waktu ulangan di kampus saya. Saya nggak tahu apakah di kampus pembaca sama seperti itu juga. Kalau memang beda ya Alhamdulillah. Ya Allah 4 tahun loh nggak ada satu pun dosen yang pernah membagikan hasil ulangannya ke mahasiswanya. Nggak hanya ulangan, tugas-tugas di kampus saya dulu ya juga sama nggak dibagikan gitu. Oke lah kalau tugas, saya bisa mengerti. Nggak ada jadwalnya soalnya. Lah UTS dan UAS di kampus kami itu loh ada di jadwalnya. Pertemuan sekian itu UTS, pertemuan sekian itu UAS ada. Apa sudah begitu ya regulasinya di kampus saya. Tolong diganti pak buk regulasinya jika pembaca seorang dosen. Ya diganti saja mirip seperti sekolahan soalnya. Kalau di sekolah enak. Selesai ulangan, Minggu depannya hasil ulangannya dibagikan. Sehingga saya bisa tahu oh saya salahnya di nomer 4, seharusnya jawabannya begini bukan begitu. Ya lebih baik ke depan, karena ini universitas, bukan sekolah ya, diganti saja regulasi itu. Mahasiswanya disuruh buat buku, jurnal, artikel, atau esai saja. Lebih bermanfaat menurut saya. Terima kasih 
     

Postingan populer dari blog ini

Utopia Pribadi: Kebijakan Personal Vehicle Free Every Morning di Kreongan Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur

Kalau mau Ngasih, Kasih aja

Oh Jadi ini Biang Keroknya