Kalau Mau Bantu Orang, Pasti akan Dibantu juga oleh Allah

       Tadi, kami selesai pulang dari rekreasi. Begitu sampai sekolah, kami tidak pulang dulu. Hal itu dikarenakan kami harus memastikan bahwa semua siswa sudah dijemput oleh orang tuanya. Nah begitu hendak pulang, ada rekan guru yang ingin numpang dengan saya. Oke akhirnya saya beri beliau tumpangan. 

     Begitu masuk ke dalam perumahan, hujan deras turun. Saya menambah kecepatan saat itu. Alasannya supaya tidak terlalu basah kuyup begitu. Singkat cerita, kami sampai. Rekan saya menawari untuk singgah sebentar di rumahnya karena di luar hujan masih deras. Namun saya menolaknya dengan alasan sudah malam. Saya tidak mau mengganggu waktu istirahat beliau dan keluarga. Toh jarak rumah saya dari perumahan Cendrawasih juga dekat, sekitar 250 meter lah. 

       Ketika pulang itu saya menemukan masalah. Saya lupa arah pulang. Harusnya saya jalan lurus, tetapi saya belok kanan. Nggak tahu ya tiba-tiba saya merasa jalan itu salah. Begitu saya putar arah, tampak cahaya lampu sepeda motor. Lalu saya mengikutinya. Dan Alhamdulillah berkat mengikuti sepeda motor itu, saya selamat dan bisa sampai rumah. 

       Dari cerita ini, saya bisa belajar. Ternyata kalau kita bantu orang dengan ikhlas, kita pasti dibantu oleh Allah lewat cara yang nggak diduga-duga. Jujur, hujannya deras tadi. Saya nggak tahu harus apa sudah kalau bolak-balik salah arah tadi. Ya untungnya tadi saya hanya salah arah satu kali. Sebelum akhirnya melihat cahaya sepeda motor itu tadi. Saya juga nggak tahu. Kok bisa pas gitu ya. Begitu salah arah, langsung datang bantuan. Jujur, kalau nggak ada cahaya motor tadi, nggak tahu lagi sudah nasib saya gimana. Mungkin saya masih muter-muter sampai sekarang ini. 


Postingan populer dari blog ini

Utopia Pribadi: Kebijakan Personal Vehicle Free Every Morning di Kreongan Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur

Kalau mau Ngasih, Kasih aja

Oh Jadi ini Biang Keroknya