Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Jangan Duduk bersama Orang yang Menceritakan Keburukan Orang lain

       Jangan pernah duduk bersama orang yang menceritakan keburukan orang lain. Apalagi aib orang lain, lebih baik jangan sudah. Karena the next episode, bisa saja kamu yang akan jadi topik hangat berikutnya. Tapi jangan lantas langsung menjauh seperti itu. Ya kalau disapa, sapa balik. Tapi kalau diajak nongkrong bareng, jangan sudah haha.         Orang yang punya kebiasaan hobi menceritakan keburukan orang lain, itu sulit dihilangkan. Itu sudah menjadi karakter khasnya sudah. Dia nggak pernah berpikir, itu sebabnya dia suka menilai, ucap Carl Jung Gustav. Berdasarkan pengamatan saya, mereka yang suka cerita keburukan orang lain itu kan tidak suka membaca buku, pun juga tidak sholat. Kebanyakan dari mereka bodoh sih.       Di era sekarang di mana ada media sosial, metode pergibahan semakin canggih. Banyak dari mereka cerita keburukan orang lain di  media sosial. Sebaiknya jangan engkau jadikan teman mereka yang melak...

Arti Pertemanan

       Tahun 2024 silam, saya mendapat kabar teman saya resign dari pekerjaannya sebagai seorang guru. Setelah saya dinyatakan lolos UKPPG, keesokan harinya saya pergi ke rumahnya. Jauh-jauh dari kecamatan Patrang ke kecamatan Ajung untuk sekedar ingin tahu bagaimana kabarnya.         Sampai di sana, saya disambut dengan baik di warungnya. Bahkan saya dan adik saya diberi makanan secara gratis. Setelah resign dari sekolah, dia beralih menjadi penjual warung kecil di tepi sawah. Melihat pemandangan itu, saya tidak tega terus terang saja. Saya nggak ngerti alasan kenapa dia memilih resign padahal dia sudah masuk dapodik. Pendaftaran P3K telah dibuka saat itu. Saya yakin kalau dia ikut, dia akan lolos karena merupakan pelamar prioritas.       Dengan ngobrol dengannya, saya jadi tahu alasan mengapa dia memilih resign. Dia terlibat konflik dengan kepala sekolah yang baru. Maksud saya kenapa harus resign. Sayang sekali kan kalau...