Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

Teman Saya Hilang Satu per Satu

       Novita, adalah teman saya dari MTs, MA, dan kuliah. Hanya saja, kami kenal tetapi tidak akrab. Ya hanya kenal saja begitu. Bahkan ngobrol pun hampir tidak pernah. Saya juga tidak ingat kapan terakhir kali ngobrol dengan dia saat masa sekolah dan kuliah. Setelah sekian lama, saya bertemu dengannya kembali di SDN Patrang 1. Di sini kami menjadi rekan sesama guru. Kami juga banyak ngobrol dan saling bertukar pikiran di sini. Sebelum pada akhirnya, seminggu kemudian dia menyatakan resign dari sekolah. Dia mengundurkan diri karena suaminya diterima sebagai guru sekolah rakyat yang penempatannya di Madura. Terus terang saja, baru seminggu kehilangan teman rasanya lumayan sedih. Karena di mata saya Novita itu orangnya baik dan nyambung ketika diajak bicara. Namun di sini sebagai teman, saya doakan yang terbaik untuk dia dan suaminya di sana.        Naufal, seorang penjaga sekolah. Dia dua tahun lebih tua dari saya. Baru mengenalnya dua hari, saya ...

Sama saja Rupanya

       Beberapa hari lalu, saya ikut menemani ayah saya survei penduduk di Kecamatan Jelbuk. Di tengah perjalanan, tepatnya di depan lampu merah, saya melihat seorang pemuda berboncengan dengan pacarnya berhenti di kiri jalan. Sehingga hal itu membuat pengendara lain di belakangnya, tidak bisa bermanuver ke arah kiri. Padahal terdapat tulisan "belok kiri jalan terus." Oleh karena adanya pemuda tersebut, pengendara di belakangnya mengklaksonnya. Pengendara di belakangnya tampak ingin belok ke arah kiri. Mendengar klakson dari pengendara lain, pemuda tersebut bukannya menepi memberi ruang bagi pengendara di belakangnya, tetapi langsung lurus tancap gas di saat lampu masih menyala merah.         Melihat pengendara motor tersebut berhenti di pinggir jalan saya hanya berkata dalam hati "orang ini hanya tahu mengendarai motor tetapi tidak tahu peraturan lalu lintas." Seperti pembatas jalan dan rambu-rambu lalu lintas tidak tahu dia itu. Dilihat dar...