Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Ada apa dengan Dengkul Pacarmu?

       Di sini kita sambil santai saja ya bacanya. Tulisan ini juga nggak terlalu berat untuk dikonsumsi. Berangkat dari rasa ingin tahu, tulisan ini akhirnya ditulis. Jujur, fenomena pegang lutut pacar di lampu merah sudah lama mengganggu pikiran saya. Namun, baru bisa saya tulis sekarang. Ingat, di sini kita santai-santai saja. Nggak serius ya nggak bercanda.         Aneh gak sih kalau kita pegang lutut pacar di jalan raya? Jujur, saya menilai itu aneh. Karena untuk apa begitu? Lutut pacarnya nggak cuma dipegang, tapi juga dielus-elus. Bagi saya yang tidak tahu, saya merasa bingung. Supaya apa ya gitu? Jujur, saya tidak tahu jawabannya. Pembaca kalau tahu dipersilahkan berkomentar.         Tadi sore misalnya, saya pergi isi bensin di SPBU. Sampai di antrean, depan saya pas tampak anak SMA antre sambil berboncengan. Di atas sepeda, si cowo mengelus-elus lutut atau dengkul si cewe. Maksud saya ngapain gitu ya. Pemanda...

"Hmm itu" Katanya

       Tanggal 5 Juni kemarin, diadakan sebuah gladi resik dalam rangka perpisahan siswa kelas 6. Menjelang maghrib, anak-anak diminta untuk istirahat dan sholat. Beberapa saat kemudian, saya perhatikan ada satu anak kesana kemari mencari sesuatu. Setelah saya tanya, rupanya dia kehilangan uang sebesar 10 ribu. Singkat cerita, uang dia yang hilang saya ganti dengan nominal yang sama.         Setelah saya ganti, dia bilang "besok saya ganti ya pak." Saya jawab "besok saya izin nggak ke sekolah. Sudah ambil kamu aja nggak usah diganti." Singkat cerita, dia lalu pergi beli-beli bersama temannya. Tidak lama kemudian, dia kembali ke sekolah. Di depan ruang guru, dia bertemu guru kelasnya. Lalu dia berkata "Bu uangku yang hilang tadi sudah diganti sama pak Galuh." Guru kelasnya hanya bilang "hmm itu."         Terus terang, di sini saya terganggu dengan ucapan "hmm itu." Setelah mengucapkan itu, tidak ada aksi susulan sepert...

Nasehat Pertama dari Guru Senior kepada Anak-Anak Kelas 6

       Ialah Bu Elly, guru senior di sekolah kami. Beliau mengajar sudah puluhan tahun. Saya pribadi tidak tahu beliau mengajar mulai tahun berapa. Namun, ibu saya punya teman yang mana teman tersebut pernah diajar oleh Bu Elly. Dari sini, saya berspekulasi bahwa Bu Elly mulai mengajar sejak tahun 80-an.         Kemarin ada momen kelulusan kelas 6. Setelah semua dinyatakan lulus, mereka semua diminta untuk bersalaman kepada semua guru yang ada di halaman sekolah. Saya yang saat itu berada di samping Bu Elly mendengar sendiri nasehat yang beliau ucapkan kepada mereka. Setiap anak yang bersalaman dengan beliau, beliau menasehati "nanti kalau SMP nggak usah pacar-pacaran."         Nasehat itu keluar bukan tanpa alasan mengingat anak-anak sudah mulai masuk masa pubertas. Di mana pada masa itu salah satunya mulai ditandai dengan rasa ketertarikan terhadap lawan jenis. Nah, cara yang lazim dilakukan oleh anak-anak SMP untuk...