Postingan

Assent Ace: Tidak Ada Judul

Assent Ace: Tidak Ada judul Oleh: Galuh Riyan F        Minggu 15 Maret 2020 merupakan hari dimana pemilihan ketua Assent Ace yang baru. Ada dua calon ketua yang dipercaya dapat meneruskan tongkat estafet dalam kepengurusan Assent Ace tahun 2020-2021. Pertama adalah Robiah al- Adawiyah dan yang kedua adalah Qubaiatul Mukaromah. Alhamdulillah acara besar yang dihadiri tidak lebih dari 60 orang dari ratusan anggota BM secara keseluruhan mulai angkatan 2016 sampai 2018 ini berlangsung khidmat dan lancar. Acara ini tidak dihadiri oleh angkatan 2019, alasannya karena mereka belum memiliki hak suara untuk memilih begitu. Dibalik semua itu, ada satu hal yang membuat penulis tertarik untuk mengkomuniksikannya dalam bahasa tulisan yang bisa dibilang sederhana ini.       Pada acara inti,  pemilihan calon ketua BM baru ini dibalut dengan tiga sesi. Pertama adalah penyampaian visi misi, kedua adalah sesi tanya jawab, dan yang terakhir a...

Logikaku Hancur Dibuatnya

Logikaku Hancur Dibuatnya (Galuh Riyan Fareza)        Di dalam gerbong kereta api, terjadi perbincangan seorang ibu dan anak kecilnya duduk berhadapan dengan kami. Saya saat itu sengaja mendengar perbincangan mereka. Inti dari percakapan itu adalah sang ayah akan menjemputnya di stasiun Rogojampi. Namun diselah-selah perbincangan tersebut, ada beberapa penjelasan dari sang ibu yang tidak saya fahami secara logika. Seolah-olah logikaku hancur dibuatnya.        Kereta api meninggalkan stasiun Jember,  sang anak mulai bertanya kepada ibunya "bu ayah nanti lewat sini ya?" (sambil menunjuk ke arah jalan raya). Sang ibu menjawab "tidak, ayah lewat Kalisat". Jujur saya tidak mengerti maksud ibu tersebut, padahal jalan tersebut adalah jalan menuju atau menghubungkan ke Kalisat. Singkat cerita, saya bertanya-tanya pada diri saya "ini logika saya yang tidak sampai apa bagaimana?" Pertama, saya biasa saja menyikapi jawaban ibu ...

Warna-Warni Budaya Manusia tak Berotak

Warna- Warni Budaya Manusia tak Berotak (Galuh Riyan F)        Pukul 04:45 WIB saya dan adik saya berada di stasiun kereta api Jember. Kami hendak melakukan perjalanan dalam rangka liburan ke Banyuwangi. Saat itu kereta yang akan kami tumpangi berangkat pada pukul 05:15 WIB. Banyaknya penumpang yang memadati stasiun saat itu sontak menyita perhatian saya untuk melakukan pengamatan. Awalnya saya berharap dari pengamatan itu saya menemukan hal-hal yang menarik, positif, dan berfaedah untuk dijadikan topik pembahasan seperti penumpang mengntre sambil membaca buku, dsb. Namun ekspektasi saya meleset jauh. Dari pengamatan tersebut saya menemukan perilaku yang tidak sedap untuk dipandang. Dan perilaku tersebut benar-benar membuat saya resah.        Di pojok sudut pintu masuk stasiun, tampak segerombolan muda-mudi yang tengah asik bercanda di tengah jalan. Padahal jalan tersebut disediakan khusus untuk jalan mobil. Dan kebetulan sa...

IP Mahasiswa: Antara Sial dan Beruntung

IP Mahasiswa: Antara Sial dan Beruntung Galuh Riyan Fareza        "Dimana ada orang beruntung, maka di situ akan ada orang sial. Dan dimana ada orang bahagia, pasti di situ akan ada orang yang sedih juga. Ini adalah sebab akibat dan tidak dapat dipisahkan satu dari yang lainnya. Itulah kehidupan sesungguhnya, dan kita manusia harus rela menerimanya.”        Baru-baru ini, banyak mahasiswa di Kampus IAIN Jember yang digegerkan dengan hasil IP mereka yang amburadul. Banyak dari mereka yang beranggapan bahwa IP yang mereka peroleh tidak sesuai dengan apa yang telah mereka perjuangkan. Tidak sedikit mahasiswa yang kecewa ketika tahu bahwa IP mereka meleset dari sasaran. Banyak argumen dari mahasiswa datang yang menyebutkan bahwa padahal saya kuliah rajin, tugas tidak pernah absen, dan aktif dalam presentasi, tetapi mengapa IP saya segitu-gitu saja? Tetapi di sisi lain, tidak sedikit juga mahasiswa yang merasa bahagia dan b...

Cinta Bersembunyi di Pulau Madura

Cinta Bersembunyi di Pulau Madura Oleh Galuh Riyan Fareza        Sepuluh tahun yang lalu, ada seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki tinggal di desa yang indah di pulau Madura. Dua anak tersebut merasa bahagia karena memiliki sebuah tali persahabatan yang erat satu sama lain. Nama anak perempuan itu adalah Intan dan nama anak laki-laki itu adalah Reza. Setiap hari mereka menghabiskan waktu bersama untuk bermain di sebuah padang rumput yang luas dekat desa mereka.        Suatu hari ketika matahari mulai terbenam, Reza datang untuk menemui Intan di sebuah tempat favorit mereka. Sayangnya, pada saat itu bukan waktu mereka untuk bermain. Reza datang untuk mengatakan selamat tinggal kepada Intan. Namun, ketika Intan ingin bertanya, Reza pergi meninggalkannya begitu saja. Intan bingung dengan Reza. Dia berpikir apa yang sebenarnya terjadi dengan Reza. Sebagai anak-anak, dia takut kehilangan sahabat terbaiknya. Dia tida...

Das Kranke Tier: Human beings can't run away from problems

Gambar
Das Kranke Tier: Human beings can't run away from problem By Galuh Riyan Fareza        Das Kranke Tier is a terminology which was introduced by Max Scheller. He was a German philosopher known for his work in phenomenology, ethics, and philosophical anthropology. The terminology represents that human beings seem like sick animal whom always experience problem, restless, and unrest in daily life. Whereas problem it self based on Oxford Living Dictionaries is a matter or situation regarded as unwelcome or harmful and needing to be dealt with and overcome.        As a matter of fact,  we all know that human beings can't run away from problem, as if it becomes their destiny that should be faced and solved. When someone try to run away from problem, surely they can't run away from it. Instead, they will get the next problem. For instance, someone do the assignment, but he doesn't have a book. It forced him to buy a book in Gramedia or ...

Youth: The Figure that Must Do Alterations

Galuh Riyan Fareza Academic Writting Argumentative Essay 10 November 2018 Youth: The Figure that Must Do Alterations        Nowdays, in the middle of globalization era, the role of youths is very needed in altering their nation becomes better than before. Altering the nation becomes better so that can compete with other nations in the world is the significant role of the youths. It is not only the role of youths but also it has been the responsbility of each youths that living in a nation. Surely, every single country has youths. But the biggest question here is, have they given any alteration for their nation? If yes, what kind of alteration is that? Did the alteration bring and give a good impact for the future of the nation it self? Its really ironic if there are no youths that do alteration for their country or nation. I cant imagine what will happen to the nation if only there are no youth that give and bring an alteration. Its so impossible a nat...