Postingan

Ujian Komprehensif: Apa Gunanya Kisi-Kisi?

      Ujian komprehensif adalah syarat untuk mendaftar sidang skripsi. Bagi siapa saja yang ingin mengikuti ujian tersebut harus menempuh beberapa syarat, salah satunya adalah mahasiswa telah menempuh setidaknya 150 SKS. Nah dalam Ujian ini ada tiga kompetensi pokok yaitu kompetensi utama, fakultas, dan jurusan. Ini sungguh membuat mahasiswa pusing karena hampir semua makul mulai dari semester satu sampai tujuh akan diujikan. Untuk mengurangi kepusingan tersebut, pihak fakultas memberikan kisi-kisi bagi mahasiswa yang mengikuti ujian komprehensif. Harapannya adalah dapat membantu sekaligus mempermudah mahasiswa mempelajari materi yang akan diujikan. Namun fakta di lapangan, ternyata penguji memberikan ujian secara lisan dan tidak sesuai dengan kisi-kisi. Lalu pertanyaannya adalah apa gunanya ada kisi-kisi? Saya jadi kasihan dengan mereka yang belajar mengikuti kisi-kisi tersebut sampai tengah malam tetapi yang mereka pelajari meleset semua.        ...

Pengetahuan yang Terhalang Tembok Silabus

       Tujuan pelajar datang ke sekolah adalah untuk menimba ilmu pengetahuan. Seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas akan menjadikannya sosok yang pandai dan bijaksana. Namun, lembaga pendidikan di Indonesia justru mengekang seseorang untuk berpikir dalam mengembangkan kemampuan mereka. Mereka dikekang dengan adanya silabus. Hal serupa juga pernah terjadi di Barat pada abad pertengahan, dimana dominasi gereja merajalela. Abad ini dikenal dengan dark age. Dengan adanya dominasi ini membuat ahli pikir susah mengembangkan kebebasan dalam berpikir. Alasannya adalah kekangan yang bersifat dogmatis. Misal ahli pikir menemukan teori bahwa bumi bulat, tetapi dogma gereja mengajarkan bumi itu datar, maka kebenaran yang diakui adalah dogma gereja. Dengan kata lain, ajaran yang berbeda dengan ajaran gereja, secara mutlak tidak dibenarkan. Kalau ada yang menentang kebeneran dogma-dogma gereja, orang tersebut akan menerima hukuman.        Silabus ...

Berharganya WC

       Bagi banyak orang keberadaan WC bisa dibilang sangat berharga. Karena dengan keberadaannya kita bisa bab kapanpun. Dan itu sungguh membantu jikalau kita kebelet bab tengah malam.         Di kampung saya, mayoritas penduduknya tidak mempunyai WC, bahkan sampai sekarang. Mereka lebih suka bab di sok-sok atau di sungai. Saya pun dulu juga demikian. Namun kalau kebelet babnya tengah malam dan keadaan sok-sok kering tidak ada air, maka opsi berikutnya adalah sungai. Nah, kalau sungai banjir, opsi selanjutnya kemana? Di kamar mandi masjid tidak ada WC, hal itu sungguh menyulitkan bukan?        Saya baru memiliki wc awal tahun 2016. Jadi sebelum itu, ketika saya ingin bab ya opsinya ke sok-sok (aliran air yang kecil) atau ke sungai. Hal ini sungguh merepotkan kami dikala kami ingin bab tengah malam. Di sok-sok aliran airnya tidak mesti deras, karena sebagian air digunakan untuk saluran irigasi sawah, disalurkan ke kolam pa...

Ada Apa Dibalik kata "Aku" dan "Kamu"?

       Judul ini saya ambil karena kejadian tadi pagi. Saya chat dengan murid perempuan yang saya anggap seperti adik sendiri.  Ya isi chatnya adalah tentang konsep buku yang ingin kita kerjakan. Jadi ceritanya kami ingin membuat judul buku bersama begitu. Genre bukunya tentang motivasi kehidupan. Entah kenapa dia merasa tidak nyaman ketika saya menggunakan kata ganti "aku" dan "kamu". Padahal saya menggunakan kata ganti tersebut tujuannya tidak lain tidak bukan hanya iseng atau ngetes saja. Ya karena masak guru dan murid manggilnya "gw" dan "lu" haha. Jadi selama ini kita menggunakan kata ganti "gw" dan "lu" begitu, kan lucu. Ya singkat cerita, saya kejar dan terus bertanya ada apa dibalik penggunaan kata aku dan kamu kepada dia. Akhirnya dia terganggu dan blok saya. Tidak apa-apa nanti juga dibuka itu bloknya haha. Soalnya konsep buku saya yang pegang hehe.      Aasan kenapa dia melarang saya menggunakan kata ganti aku dan k...

Pahlawan Tanpa Pengakuan

Pahlawan Tanpa Pengakuan (Galuh Riyan Fareza) Cuih lala cuih lala Gita burung dibalik rindangnya pepohonan Ssstt krueng ssstt krueng Kepak kunang-kunang dibawah hangatnya lentera Husshhh gemuruh angin menggertak ruang kesunyian Rerumputan terinjak pucat karenanya Dedaunan jatuh menggigil karenanya Tetapi tidak dengan dia disana Jauh dibalik tebalnya embun ratapan Berdiri tegap sosok bayangan harapan Tertangkap jelas sorot cahaya kendaraan Berjalan menelusuri masam pahitnya kehidupan Badannya kurus mungil Wajahnya tua keriput Topi bolong pakaian compang-camping Beruntung pundak kuat dan hati mulia Duduk di tepi jalan sepi menawarkan dagangan suci Sambil menunggu datangnya pembeli Wajah lusuh air mata mengalir di pipi Sambil mengharap rezeki dari illahi Terus dan terus dilewati Wajah intelektual tak tahu diri Yang mementingkan materi daripada substansi Sok empati tanpa ada bukti Keringat harapan jatuh bercucuran Menahan perihnya letih dan kelaparan Dialah pahl...

Assent Ace: Tidak Ada Judul

Assent Ace: Tidak Ada judul Oleh: Galuh Riyan F        Minggu 15 Maret 2020 merupakan hari dimana pemilihan ketua Assent Ace yang baru. Ada dua calon ketua yang dipercaya dapat meneruskan tongkat estafet dalam kepengurusan Assent Ace tahun 2020-2021. Pertama adalah Robiah al- Adawiyah dan yang kedua adalah Qubaiatul Mukaromah. Alhamdulillah acara besar yang dihadiri tidak lebih dari 60 orang dari ratusan anggota BM secara keseluruhan mulai angkatan 2016 sampai 2018 ini berlangsung khidmat dan lancar. Acara ini tidak dihadiri oleh angkatan 2019, alasannya karena mereka belum memiliki hak suara untuk memilih begitu. Dibalik semua itu, ada satu hal yang membuat penulis tertarik untuk mengkomuniksikannya dalam bahasa tulisan yang bisa dibilang sederhana ini.       Pada acara inti,  pemilihan calon ketua BM baru ini dibalut dengan tiga sesi. Pertama adalah penyampaian visi misi, kedua adalah sesi tanya jawab, dan yang terakhir a...

Logikaku Hancur Dibuatnya

Logikaku Hancur Dibuatnya (Galuh Riyan Fareza)        Di dalam gerbong kereta api, terjadi perbincangan seorang ibu dan anak kecilnya duduk berhadapan dengan kami. Saya saat itu sengaja mendengar perbincangan mereka. Inti dari percakapan itu adalah sang ayah akan menjemputnya di stasiun Rogojampi. Namun diselah-selah perbincangan tersebut, ada beberapa penjelasan dari sang ibu yang tidak saya fahami secara logika. Seolah-olah logikaku hancur dibuatnya.        Kereta api meninggalkan stasiun Jember,  sang anak mulai bertanya kepada ibunya "bu ayah nanti lewat sini ya?" (sambil menunjuk ke arah jalan raya). Sang ibu menjawab "tidak, ayah lewat Kalisat". Jujur saya tidak mengerti maksud ibu tersebut, padahal jalan tersebut adalah jalan menuju atau menghubungkan ke Kalisat. Singkat cerita, saya bertanya-tanya pada diri saya "ini logika saya yang tidak sampai apa bagaimana?" Pertama, saya biasa saja menyikapi jawaban ibu ...