Postingan

Buntut Kasus Gus M Menghina Bapak Penjual Es Teh : Lauk Segar Bagi Media dan Orang yang Mau Numpang Tenar Gratis

      Setelah kasus pengusaha meminta seorang siswa sujud dan menggonggong, jagat maya kembali dihebohkan dengan viralnya kasus Gus M yang merendahkan seorang penjual es teh. Peristiwa tersebut memicu amarah para netizen karena Gus M melontarkan kata-kata tidak pantas terhadap penjual es teh tersebut di depan umum. "es teh mu sudah laku tidak? ya sana dijual goblok." begitu lah kata-kata tak pantas itu terlontar dari mulut Gus M.      Viralnya kasus Gus M tersebut membuatnya menjadi lauk segar bagi para media di Indonesia. Banyak media sosial rame-rame membuat animasi penjual es teh lengkap dengan kata-kata menyentuh hati di bawahnya. Tidak hanya di media sosial saja, banyak stasiun televisi nasional yang turut mengangkat viralnya kasus Gus M tersebut. Benar-benar sudah menjadi lauk segar kasus ini.        Siang malam kasus tersebut viral di mana-mana. Buka YouTube, muncul berita yang menyiarkan kasus tersebut. Buka Instagram muncul kasu...

Tiga Tipe Teman Saat Kau Jatuh di Dasar Jurang

       Setiap orang pasti pernah menghadapi suatu masalah. Tak jarang dari mereka memerlukan bantuan orang lain untuk menyelesaikan masalahnya. Namun dunia ini terlalu keras untuk mereka yang sedang mendapatkan masalah. Alhasil mereka harus menyelesaikan masalah itu sendirian.         Di sini, penulis setidaknya membagi tiga tipe manusia saat kita tertimpa masalah. Yang pertama adalah sok membantu walaupun pada praktiknya nihil.  Kedua, mereka tahu kita tertimpa masalah, tetapi tidak mau mengulurkan tangan. Ketiga, mereka akan mengulurkan tangan setelah mereka menyelesaikan masalah mereka dulu.        Ketika seseorang jatuh di dasar jurang yang dalam. Hal yang pertama dia lakukan adalah berusaha mencari cara untuk keluar dari jurang tersebut. Ketika usahanya tidak membuahkan hasil, maka yang akan dia lakukan adalah meminta pertolongan.        Dalam meminta pertolongan seseorang untuk memb...

Ujian UKPPG dalam Keadaan Sakit: Tidak Diperkenankan Mengenakan Jaket di dalam Ruangan ber-AC

       Tadi, saya mengikuti Ujian Kompetensi Pendidikan Profesi Guru (UKPPG) di FKIP Universitas Jember. Alhamdulillah ujian tersebut berjalan lancar dan khidmat. Namun, ada suatu kejadian yang penulis catat di sini, yaitu penulis yang saat itu dalam keadaan sakit, oleh salah satu pengawas (civitas akademik kampus) tidak diperkenankan mengenakan jaket di dalam ruangan. Jujur, penulis merasa bingung saat mendengar alasan kenapa penulis tidak diperbolehkan untuk mengenakan jaket di dalam ruangan tersebut.         Sebelum menuju ruang komputer, seluruh peserta UKPPG dikumpulkan dalam suatu ruangan oleh pengawas ujian yang bertanggung jawab. Nah, di sini kami mengisi lembar presensi, diberikan instruksi, arahan, dan segala macam sebelum menjalani ujian. Sekitar pukul 13:45, pengawas memperkenankan kami semua untuk masuk ke dalam ruang ujian. Koreksi kalau salah, di situ kami hanya diperkenankan membawa kartu ujian dan bulpoin saja, selebihnya tid...

Konten Mukbang di Indonesia: Baca Doa Sebelum Makan Saja

      Saat makan di rumah, saya memiliki kebiasaan nonton konten mukbang di YouTube. Konten yang sering saya tonton adalah konten milik Hagna Channel. Dia orang Thailand dan saya suka sekali melihat video-video mukbang darinya. Bagi saya, konten mukbang dia berbeda dari yang lain. Bahkan saya menemukan banyak konten kreator mukbang yang minim kreativitas meniru konten miliknya, termasuk konten kreator dari Indonesia.        Kalau ditanya kenapa konten Hagna channel yang sering saya tonton, jawabannya karena tidak mengandung unsur pembodohan publik seperti konten-konten mukbang di Indonesia. Di Indonesia, konten kreator mukbang hanya baca doa sebelum makan saja, sesudah makan tidak baca doa, kan lucu itu namanya. Bagi saya ini merupakan pembodohan publik. Hanya saja, orang kita tidak merasa kalau sedang dibodohi. Asik saja mereka nonton begitu. Isi komentarnya positif semua. Coba kalau si konten kreator Indonesia tidak baca doa sebelum makan, pasti bany...

Jika Tugas Mereka Mencacimu Maka Tugasmu Adalah ...

      Jika tugas mereka mencacimu, maka tugasmu adalah mengabaikan. Apalagi yang mau dipersoalkan? Persoalan sudah selesai. Elang tidak akan menanggapi ocehan burung emprit.       Sebagaimana disampaikan oleh Gillin dan Gillin bahwa proses sosial yang terjadi di dalam kelompok sosial memungkinkan adanya dua bentuk interaksi. Yang pertama asosiatif, meliputi: kerja sama, asimilasi, dll. Dan disosiatif meliputi: konflik, persaingan, dan cacian itu tadi. Jadi boleh dikatakan, dalam kehidupan itu pasti ada orang yang seneng dan tidak seneng dengan kita. Jadi gak perlu diambil pusing. Kata Gusdur "terus jalan saja."        Untuk kamu yang mungkin saat ini mengalami cacian. Sudah abaikan saja dan jangan pernah berhubungan dengan mereka lagi. Diam adalah cara paling ampuh untuk meredam cacian tersebut. Tidak perlu kau merasa sakit hati atau menyakiti mereka balik. Anggap saja itu ujian agar kamu tambah semakin kuat. 

Pacaran Adalah Jatuh Cinta Paling Miskin

"Pacaran adalah jatuh cinta paling miskin. Karena tak perlu akad, tak perlu mahar, tanpa iman, tanpa Allah, hanya perasaan!" ( Ustadz Abdul Somad)        Bagi saya, tidak hanya cinta paling miskin, tetapi pacaran adalah jatuh cinta paling murah. Selain murah, pun mudah juga untuk dikerjakan. Hanya bermodalkan perasaan saja, seseorang dapat berpacaran.         Wanita adalah sebuah perhiasan. Kalau sudah perhiasan, artinya berharga. Kalau sudah berharga, jangan mau dibeli murah. Diajak pacaran sini mau.        Mohon maaf, teman-teman saya yang berada di luar pulau Jawa misalnya. Saat menikah nanti, mahar mereka tidak main-main. Teman saya yang di Sulawesi, laki-laki yang ingin menikahi gadis Sulawesi, dia harus memberikan mahar yang dikenal dengan istilah uang panaik. Dan nominal uang panaik ini tidak sedikit. Ada yang berkisar ratusan juta bahkan miliaran. Teman saya yang di Aceh, laki-laki yang ingin menikah dengan gadis A...

Nggak Bisa Makan Sambal Mengunakan Tangan

      Barusan, saya izin keluar sebentar dari sekolah untuk membeli makanan. Sampai di warung makan, saya pesan lalapan. Satu, saya tertarik dengan sambalnya. Kedua, lauknya masih hangat. Karena digoreng dulu sebelum disajikan begitu.        Saat saya hendak menyantap hidangan, mata pembeli-pembeli yang lain melihat ke arah saya. Saya langsung berpikir, mungkin mereka merasa aneh saja, ada orang makan lalapan menggunakan sendok.       Umumnya, orang makan lalapan itu ya menggunakan tangan. Lebih sedap seperti itu memang menurut saya. Saya pun juga ingin mencobanya dengan tangan. Namun saya tidak bisa, karena kalau menggunakan tangan, tangan saya akan menjadi panas beberapa saat kemudian. Walaupun sudah cuci berkali-kali, hasilnya sama, dan tangan saya akan kembali panas. Dan itu tidak nyaman di saya. Dalam bahasa Jawa kejadian ini dikenal dengan "dang wedangen".        Jujur, saya sama sekali tidak ada masalah ke...