Postingan

Motif Sakit Hati: Pria Suruh Orang Siram Air Keras Mantan Pacar

       Seorang pria di Yogyakarta berhasil diringkus oleh kepolisian setempat setelah beraksi menjadi dalang penyiraman air keras terhadap seorang mahasiswi. Peristiwa tersebut dilatarbelakangi oleh motif sakit hati. Pelaku yang merupakan mantan pacar korban merasa sakit hati setelah ditolak untuk balikan. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 24 Desember tepatnya pukul 18:30 WIB.        Pelaku merupakan mahasiswa Pascasarjana salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. Dia berpacaran dengan korban sejak 2021 dan putus pada Agustus 2024. Pelaku terus mendatangi kos korban untuk meminta balikan. Namun korban tetap kekeh pada pendiriannya dan tetap menolak pelaku. Pelaku kemudian mengancam korban "kalau sakit satu ya sakit semua. Kalau hancur satu ya hancur semua. Biar semuanya merasakan"       Pelaku kemudian mencari orang yang mau bekerja sama dengannya melalui Facebook. Selang beberapa jam, ditanggapi oleh orang berinisial S dan sama-s...

Pesta Perayaan Tahun Baru 2025 di Jember: Kembang Api Jadi Sorotan

       Selain aktifitas bakar-bakar bersama keluarga, perayaan tahun baru identik dengan pesta kembang api. Kembang api tersebut lazimnya disulut tepat pada pukul 00:00. Itu merupakan makna simbolik bahwa tahun telah berganti.         Di Jember, masyarakat banyak yang meramaikan tahun baru di alun-alun. Terpantau sekitar pukul 20:30 WIB, alun-alun Jember sudah dibanjiri lautan manusia. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam bersama keluarga di sana sambil menunggu malam pergantian tahun.        Setelah makan bersama sekitar pukul 21:30 WIB, pak de saya mengajak saya untuk menonton pesta kembang api di area dekat persawahan. Sebetulnya ingin saya tolak ajakan itu, namun saya terima semata-mata ingin menghargai pak de saya. Kalau dipikir-pikir lagi, sudah lama saya tidak menonton pesta kembang api dalam rangka pergantian tahun di Jember. Terakhir itu saya nonton di sawah ditemani ibu saya saat tahun 2007 silam. Saya masih inga...

Viral Pria Bunuh dan Bakar Pacar di Bangkalan Madura

       Jagat maya kembali digegerkan dengan kasus pembunuhan mahasiswi di Bangkalan. Pelaku tega menghabisi nyawa korban yang ternyata pacarnya sendiri. TKP berada di sebuah bekas tempat penebangan kayu di Desa Banjar kecamatan Galis kabupaten Bangkalan.        Motif pelaku membunuh korban lantaran terdesak karena korban menolak untuk menggugurkan janinnya yang baru berusia dua bulan. Korban meminta agar pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya. Kejadian tersebut membuat pelaku marah lalu nekat menghabisi nyawa korban pada Minggu malam pukul 19:00 WIB tanggal 01 Desember 2024.        Menurut saksi mata, pada Minggu malam itu ditemukan sebuah api yang membara di bekas tempat penebangan kayu. Saksi mengira yang terbakar itu kayu, rupanya manusia. Hal itu membuatnya melapor ke kades setempat, setelah itu kades melaporkan kepada Polsek setempat. Setelah dilakukan olah TKP, sebelum membakar korban, pelaku menikam korban dengan sen...

Agus Buntung Sang Predator

       Jagat maya kembali dihebohkan kembali dengan kasus Agus Buntung. Dia disinyalir melakukan sebuah pelecehan seksual terhadap wanita. Awal mengetahui itu, banyak netizen yang ragu dan tidak percaya dengan peristiwa tersebut. Bagaimana mungkin seorang Agus yang mohon maaf tidak memiliki kedua tangan dapat melakukan tindak pelecehan seksual? Sungguh di luar nalar begitu.         Dari waktu ke waktu, peristiwa ini mulai memperoleh titik terang. Salah satu petunjuknya adalah munculnya video rekaman Agus dalam memperdaya korbannya. Bukan hanya satu, laporan terkini ada 17 korban Agus. Bagi saya ini bukanlah angka yang sedikit. Saya yakin korbannya lebih dari itu, namun hanya 17 orang yang baru melapor.         Banyak media yang mengatakan bahwa Agus menggunakan hipnotis atau gendam dalam memperdaya korbannya. Pikir saya "kok bisa?" Bagaimana mungkin seorang Agus melakukan gendam tanpa kedua tangannya? Sedangkan yang s...

Buntut Kasus Gus M Menghina Bapak Penjual Es Teh : Lauk Segar Bagi Media dan Orang yang Mau Numpang Tenar Gratis

      Setelah kasus pengusaha meminta seorang siswa sujud dan menggonggong, jagat maya kembali dihebohkan dengan viralnya kasus Gus M yang merendahkan seorang penjual es teh. Peristiwa tersebut memicu amarah para netizen karena Gus M melontarkan kata-kata tidak pantas terhadap penjual es teh tersebut di depan umum. "es teh mu sudah laku tidak? ya sana dijual goblok." begitu lah kata-kata tak pantas itu terlontar dari mulut Gus M.      Viralnya kasus Gus M tersebut membuatnya menjadi lauk segar bagi para media di Indonesia. Banyak media sosial rame-rame membuat animasi penjual es teh lengkap dengan kata-kata menyentuh hati di bawahnya. Tidak hanya di media sosial saja, banyak stasiun televisi nasional yang turut mengangkat viralnya kasus Gus M tersebut. Benar-benar sudah menjadi lauk segar kasus ini.        Siang malam kasus tersebut viral di mana-mana. Buka YouTube, muncul berita yang menyiarkan kasus tersebut. Buka Instagram muncul kasu...

Tiga Tipe Teman Saat Kau Jatuh di Dasar Jurang

       Setiap orang pasti pernah menghadapi suatu masalah. Tak jarang dari mereka memerlukan bantuan orang lain untuk menyelesaikan masalahnya. Namun dunia ini terlalu keras untuk mereka yang sedang mendapatkan masalah. Alhasil mereka harus menyelesaikan masalah itu sendirian.         Di sini, penulis setidaknya membagi tiga tipe manusia saat kita tertimpa masalah. Yang pertama adalah sok membantu walaupun pada praktiknya nihil.  Kedua, mereka tahu kita tertimpa masalah, tetapi tidak mau mengulurkan tangan. Ketiga, mereka akan mengulurkan tangan setelah mereka menyelesaikan masalah mereka dulu.        Ketika seseorang jatuh di dasar jurang yang dalam. Hal yang pertama dia lakukan adalah berusaha mencari cara untuk keluar dari jurang tersebut. Ketika usahanya tidak membuahkan hasil, maka yang akan dia lakukan adalah meminta pertolongan.        Dalam meminta pertolongan seseorang untuk memb...

Ujian UKPPG dalam Keadaan Sakit: Tidak Diperkenankan Mengenakan Jaket di dalam Ruangan ber-AC

       Tadi, saya mengikuti Ujian Kompetensi Pendidikan Profesi Guru (UKPPG) di FKIP Universitas Jember. Alhamdulillah ujian tersebut berjalan lancar dan khidmat. Namun, ada suatu kejadian yang penulis catat di sini, yaitu penulis yang saat itu dalam keadaan sakit, oleh salah satu pengawas (civitas akademik kampus) tidak diperkenankan mengenakan jaket di dalam ruangan. Jujur, penulis merasa bingung saat mendengar alasan kenapa penulis tidak diperbolehkan untuk mengenakan jaket di dalam ruangan tersebut.         Sebelum menuju ruang komputer, seluruh peserta UKPPG dikumpulkan dalam suatu ruangan oleh pengawas ujian yang bertanggung jawab. Nah, di sini kami mengisi lembar presensi, diberikan instruksi, arahan, dan segala macam sebelum menjalani ujian. Sekitar pukul 13:45, pengawas memperkenankan kami semua untuk masuk ke dalam ruang ujian. Koreksi kalau salah, di situ kami hanya diperkenankan membawa kartu ujian dan bulpoin saja, selebihnya tid...