Postingan

Modal Joget Saja Bisa Viral

       Kapan hari, saya tidak sengaja menemukan video di beranda YouTube. Seorang artis tiktoker Fuji viral lantaran aksi jogetnya setelah melempar bola bowling. Jujur melihat itu saya bingung "kok bisa ya?" Ada orang nih lempar bola bowling, pelan banget bola itu menggelinding di atas lantai, lalu bola tersebut tidak menjatuhkan semua target pin bowling yang ada, setelah itu joget dan akhirnya viral deh. Itu kan nggak ada bedanya dengan saya yang menendang bola ke gawang lalu tertangkap dengan mudah oleh kiper. Setelah itu saya joget-joget dengan backsound music jaranan.        Terus terang saya ingin tahu kenapa sih di Indonesia itu yang joget-joget mudah viral? Seperti mudah sekali itu untuk viral. Lagu-laguan main bowling. Wong ngelempar saja lemas dan salah. Habis itu joget-joget. Dan ternyata viral loh. Banyak kok rupanya yang mengikuti aksi serupa. Main bowling nggak jago, nah jogetnya yang jago. Kalau main bowlingnya jago oke lah masih ter...

Bertanya Tanpa Berpikir terlebih Dahulu

       Tadi sore, saya beserta keluarga berkunjung di rumah saudara, mengingat harum lebaran masih ada. Jujur, saya dan adik tidak begitu familiar dan mengenal saudara kami tersebut. Tapi kami tahu seperti itu. Nah, di sini ada momen yang menjengkelkan saya, di mana ada seorang wanita yang bertanya tanpa berpikir terlebih dahulu. Ya asal tanya aja begitu. Dengan kata lain, dia tidak mengerti metode bertanya yang benar seperti apa.           Masuk ke dalam rumah saudara, saya tidak lupa cium tangan dengan tuan rumah. Tadinya ada dua orang (laki dan perempuan). Ada saya temui perempuan tua di dalam kamar yang pintunya terbuka. Saya pun tidak kenal dia siapa karena sebelumnya tidak pernah bertemu di sana. Dan dia juga tidak keluar dari kamar untuk bersalaman dengan kami, ya sudah. Saya sebagai yang muda sebenarnya mau bersalaman. Tapi bagaimana dia ada di dalam kamar. Saya tentu merasa tidak sopan kalau saya nyelonong aja masuk ke dalam kam...

Spesial Hari Raya Idul Fitri: Empat Macam Manusia Dalam Maaf-Maafan

       Apakah anda pernah punya salah dengan orang lain? Apakah orang tersebut sudah anda maafkan? Dan apakah orang lain punya salah dengan anda? Apakah orang lain itu sudah memaafkan anda? Saya kira, orang lain pernah khilaf pada kita, dan kita pun pasti juga pernah khilaf pada orang lain. Nah, corak atau tingkat kekhilafannya ini tentu berbeda. Ada yang lumrah, medium, maupun fatal. Tingkat kekhilafan itulah yang kemudian membuat kita terkadang merasa sulit untuk memaafkan dan melupakan orang yang pernah berbuat salah pada kita. Di momen hari raya Idul Fitri ini, penulis setidaknya membagi empat macam manusia dalam bermaaf-maafan.         Pertama, mudah memaafkan sulit melupakan. Ini umumnya banyak terjadi pada kalangan wanita. Ini bukan kata saya, tetapi informasi ini saya peroleh dari kalangan wanita yang kebetulan sedang asik mengobrol dengan saya di ruang guru. Menurut mereka, wanita itu mudah memaafkan, namun sulit melupakan. Itu karen...

Dialog Seputar Lintrik dengan Ibu Penjual Es Degan

       Bulan kemarin, saya mengantarkan adik penelitian di kolam renang Botani, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember. Saya tidak berniat menemani adik saya masuk sampai ke dalam kolam renang karena adik saya juga ditemani dengan dua orang temannya. Saya takut kehadiran saya menganggu mereka. Karena itu, biarlah saya tunggu di luar saja sambil minum es degan. Kebetulan letak warung es degan tidak terlalu jauh dari kolam renang tersebut.          Ikatan emosianal saya dengan warung es degan ini bisa dibilang sangat erat begitu. Karena dulu selama saya pulang dari kampus, saya sering mampir di situ. Alasannya satu, es degannya cocok di saya. Bagi saya, minum es degan di tempat ini sedikit menumbuhkan nostalgia saya akan masa kuliah yang dulu begitu.        Di tengah-tengah saya minum es degan, saya bilang ke penjualnya "Bu maaf, apakah saya boleh numpang duduk di sini sampai nanti? Saya di sini sembari menunggu adik saya yan...

Jamaah Tidak Tahu Diri: Melaksanakan Sholat Sunah Selalu Mepet dengan Waktu Iqomah

       Di tempat tinggal saya, setiap masuk waktu Dhuhur dan Ashar, saya bertugas untuk menghidupkan salon masjid. Tak hanya itu, saya juga bertugas untuk mengumandangkan adzan kemudian. Setelah mengumandangkan adzan, lalu saya melantunkan pujian, biasanya berupa sholawat Nabi. Tatkala hendak Iqomah, saya selalu dibuat kesal oleh jamaah yang datang terlambat ke masjid. Setelah itu dia menunaikan sholat sunah rawatib. Hal itu kemudian membuat saya mengundur waktu Iqomah sejenak.        Saya tidak pernah melarang orang mau sholat sunah rawatib di dalam masjid. Hanya saja, saya perlu tekankan bahwa kalau mau sholat sunah, datanglah lebih awal. Datang setelah adzan misalnya. Itu kan masih banyak waktu untuk melaksanakan sholat sunah. Masalahnya di tempat tinggal saya, yang selalu datang terlambat orang-orang itu saja. Saya yang orangnya nggak enakan terpaksa harus mengundur iqomah agak lama. Nggak ngerti saya, Iqomah kurang satu menit lagi misalnya, d...

Ikut Sahur Keliling untuk Pertama Kalinya

       Selepas sholat tarawih yang pertama, adik sepupu saya meminta saya untuk begadang dan ikut menemaninya sahur keliling. Saat itu, saya abaikan saja permintaannya. Dia chat saya berkali-kali, tetap saya abaikan. Dia sekitar jam 12 malam, ketok jendela kamar saya, juga saya abaikan. Saya nggak respon dia apa-apa. Ya saya hanya diam saja saat itu. Dari cara saya diam, saya pikir dia pasti tahu apa artinya semua itu. Dalam benak saya saat itu, daripada begadang mending enak tidur saja di rumah.        Keesokan harinya pada tanggal 2 Maret 2025, tepat pukul 02:05 dini hari saya terbangun dari tidur. Saya terbangun karena bunyi keras dari suara pukulan bass dan snare yang dimainkan oleh anak-anak saat sahur keliling. Tiba-tiba saya ingat sepupu saya yang kemarin mengajak saya untuk ikut sahur keliling. Ya sudah di sini saya memutuskan untuk ikut sahur keliling menemaninya. Tentu, saya tidak lupa untuk cuci muka dan gosok gigi terlebih dahulu ya....

Menyambut Tanggal 1 Ramadhan: Keren Sekali Kami Berempat

       Tadi malam, entah kenapa saya merasa keren sekali begitu. Sampai saya berpikir "seandainya dijadikan video cinematic keren sekali ini." Setelah itu hasilnya diposting di status WA. Keren sekali begitu, momen di mana kami berempat menantikan kabar sidang isbat dalam penentuan bulan Ramadhan.         Setelah sholat Maghrib berjamaah, kami berempat tidak langsung pulang ke rumah. Karena kami perlu menyiapkan segala keperluan untuk sholat terawih nanti. Nah, yang jadi kendala saat itu adalah hilal masih belum tampak. Sehingga kami berempat merasa sedikit cemas dalam menunggu keputusan menteri agama. Saat itu, kami menunggu informasi di serambi masjid.        Kecemasan itu semakin bertambah, setelah kami tahu bahwa 10 menit lagi masuk sholat isya. Banyak ditemukan warga yang mulai berbondong-bondong datang ke masjid saat itu. Kami yang saat itu menunggu informasi di serambi masjid memutuskan untuk tetap melaksanakan shol...