Jangan Duduk bersama Orang yang Menceritakan Keburukan Orang lain
Jangan pernah duduk bersama orang yang menceritakan keburukan orang lain. Apalagi aib orang lain, lebih baik jangan sudah. Karena the next episode, bisa saja kamu yang akan jadi topik hangat berikutnya. Tapi jangan lantas langsung menjauh seperti itu. Ya kalau disapa, sapa balik. Tapi kalau diajak nongkrong bareng, jangan sudah haha.
Orang yang punya kebiasaan hobi menceritakan keburukan orang lain, itu sulit dihilangkan. Itu sudah menjadi karakter khasnya sudah. Dia nggak pernah berpikir, itu sebabnya dia suka menilai, ucap Carl Jung Gustav. Berdasarkan pengamatan saya, mereka yang suka cerita keburukan orang lain itu kan tidak suka membaca buku, pun juga tidak sholat. Kebanyakan dari mereka bodoh sih.
Di era sekarang di mana ada media sosial, metode pergibahan semakin canggih. Banyak dari mereka cerita keburukan orang lain di media sosial. Sebaiknya jangan engkau jadikan teman mereka yang melakukan itu. Gusdur pernah berpesan "jangan pernah engkau jadikan teman, mereka yang perkataan dan perilakunya tidak mendorongmu untuk dekat kepada Allah."
Orang yang hatinya bersih, semua yang keluar dari mulut dia juga bersih. Nggak ada kata-kata umpatan. Apalagi ngomongin keburukan orang lain. Jangan ditemani ya orang-orang seperti itu. Bahaya untuk kamu sendiri nanti. Kalau mereka nggak tanya, kamu gak perlu cerita hal-hal yang sifatnya privasi. Keep aja sudah. Pasti nanti diceritakan ke orang lain. Saya sudah pernah mengetesnya.
Dalam pertemanan, saya suka berpura-pura bodoh. Tujuannya adalah menangkap teman-teman yang karakternya tidak baik. Hanya orang bodoh kan yang tidak dihargai dan disepelekan. Begitu mereka cerita orang lain, udah sampe di sini dah. Besok saya nggak bakal duduk bareng mereka lagi. Orang bijak membicarakan ide. Orang biasa-biasa saja membicarakan pengalaman dan peristiwa. Orang bodoh membicarakan orang lain.
Orang yang suka menceritakan keburukan orang lain adalah orang yang dangkal dalam berpikir (Galuh Riyan Fareza)