Nanyanya pada Siapa yang Jawab Siapa
Saya itu paling kesal kalau ada orang tanya pada seseorang, orang lain ikut jawab. Pembaca pernah nggak merasakan itu? Jujur saja kesal sekali saya dengan hal itu. Seperti dulu misalnya, saya tanya materi pada dosen, mahasiswa lain ikut bantu menjelaskan kepada saya. Padahal saya sendiri paham maksud dosen itu seperti apa. Yang parah itu pas PPL PPG kemarin. Guru pamong berbicara pada saya. Beliau belum selesai menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba ada teman saya yang ikut bantu menjelaskannya. Sering pas PPG saya temui hal semacam itu. Jatuhnya itu seperti merendahkan saya. Dikira saya nggak bakal paham apa maksud beliau dalam benaknya.
Contoh lagi tadi pagi, saya tanya pada guru A. Guru B ikut jawab, padahal nggak saya tanya. Nada bicaranya juga saya kurang suka. Setelah itu langsung pergi saja saya. Kesal sekali begitu saya. Itu kan hal-hal dasar yang seharusnya dapat dimengerti begitu. Kalaupun guru A tidak tahu jawabannya, saya kan bisa langsung tanya ke guru B. Sabar lah gantian begitu. Kasihan guru A, baru mau jawab sudah dijawab duluan.
Ada lagi waktu di ruang kepala sekolah. Saya izin kepada beliau untuk mengadakan sesi pertemuan dengan wali murid di jam kosong. Hal itu saya lakukan barangkali wali murid ingin mengetahui perkembangan anaknya selama belajar di sekolah. Saya sampaikan itu sifatnya fleksibel. Beberapa saat kemudian, kepala sekolah mengingatkan saya untuk tidak lupa membuatkan surat bagi wali murid yang dipanggil ke sekolah. Mendengar itu, saya langsung kebingungan kemudian. Lalu ada guru lain yang nggak diajak ngobrol ikut nimbrung dan menjelaskan maksud kepala sekolah kepada saya, sok keren banget sih dia. Saya sampaikan ke kepala sekolah karena beliau salah paham. Maksud saya di sini mempertemukan wali murid itu sifatnya fleksibel. Siapa pun yang ada waktu, boleh menemui saya ke sekolah dengan catatan di luar jam mengajar saya. Jadi di sini tanpa perlu surat. Yang anaknya nakal, semi nakal, tidak nakal, boleh menemui saya untuk berbincang mengenai perkembangannya di kelas. Nah, di sini kepala sekolah mulai paham.
Saya rasa penting lah bagi kita untuk mengetahui pengetahuan dasar seperti itu dalam hal komunikasi. Menurut saya itu juga termasuk adab komunikasi dengan orang. Barangkali menurut kebanyakan orang itu merupakan hal yang lumrah saya bisa terima. Terapi mohon maaf, saya pribadi kurang suka begitu ada orang tanya pada si A misalnya, si B ikut jawab. Tunggu diberi kesempatan dulu, baru B jawab oke lah.