Nasehat Pertama dari Guru Senior kepada Anak-Anak Kelas 6
Ialah Bu Elly, guru senior di sekolah kami. Beliau mengajar sudah puluhan tahun. Saya pribadi tidak tahu beliau mengajar mulai tahun berapa. Namun, ibu saya punya teman yang mana teman tersebut pernah diajar oleh Bu Elly. Dari sini, saya berspekulasi bahwa Bu Elly mulai mengajar sejak tahun 80-an.
Kemarin ada momen kelulusan kelas 6. Setelah semua dinyatakan lulus, mereka semua diminta untuk bersalaman kepada semua guru yang ada di halaman sekolah. Saya yang saat itu berada di samping Bu Elly mendengar sendiri nasehat yang beliau ucapkan kepada mereka. Setiap anak yang bersalaman dengan beliau, beliau menasehati "nanti kalau SMP nggak usah pacar-pacaran."
Nasehat itu keluar bukan tanpa alasan mengingat anak-anak sudah mulai masuk masa pubertas. Di mana pada masa itu salah satunya mulai ditandai dengan rasa ketertarikan terhadap lawan jenis. Nah, cara yang lazim dilakukan oleh anak-anak SMP untuk memuaskan rasa ketertarikannya adalah dengan cara pacaran. Tentu, Bu Elly tidak mau itu terjadi. Jelas karena pacaran itu lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.
Di sebelah kanan saya ada Pak Heri. Beliau sama seperti guru yang lain nasehatnya. "Semangat, semoga sukses, belajar yang rajin" dst. Hanya Bu Elly yang beda sendiri. Saya yakin dari lubuk hati beliau, beliau ingin mereka fokus pada sekolahnya dulu. Beliau tidak mau mereka pacaran. Tetapi di sini saya harus katakan bahwa kita sebagai guru hanya bisa memberi nasehat. Nasehat itu diterima atau tidak kita kembalikan lagi kepada murid-murid kelas 6. Atau dengan kata lain kita hanya bisa ngomong, tetapi tidak bisa merubah orang. Mereka berubah karena faktor hidayah.