Ada apa dengan Dengkul Pacarmu?
Di sini kita sambil santai saja ya bacanya. Tulisan ini juga nggak terlalu berat untuk dikonsumsi. Berangkat dari rasa ingin tahu, tulisan ini akhirnya ditulis. Jujur, fenomena pegang lutut pacar di lampu merah sudah lama mengganggu pikiran saya. Namun, baru bisa saya tulis sekarang. Ingat, di sini kita santai-santai saja. Nggak serius ya nggak bercanda.
Aneh gak sih kalau kita pegang lutut pacar di jalan raya? Jujur, saya menilai itu aneh. Karena untuk apa begitu? Lutut pacarnya nggak cuma dipegang, tapi juga dielus-elus. Bagi saya yang tidak tahu, saya merasa bingung. Supaya apa ya gitu? Jujur, saya tidak tahu jawabannya. Pembaca kalau tahu dipersilahkan berkomentar.
Tadi sore misalnya, saya pergi isi bensin di SPBU. Sampai di antrean, depan saya pas tampak anak SMA antre sambil berboncengan. Di atas sepeda, si cowo mengelus-elus lutut atau dengkul si cewe. Maksud saya ngapain gitu ya. Pemandangan ini bukan saya lihat sekali atau dua kali. Sudah sering saya melihat pemandangan itu di tempat umum. Namun, saya belum dapat jawabannya.
Saking seringnya saya melihat pemandangan itu, saya sampai menyimpulkan itu sebagai tradisi. Kayaknya nggak afdal deh kalau pacaran pas boncengan nggak pegang lutut pacar. Ya bingung saja gitu. Kenapa harus dengkul yang dipegang? Kenapa nggak tangan misalnya. Pacaran pas sepeda motoran itu kan harusnya yang dipegang setir motor, bukan dengkul orang. Aneh-aneh saja ya kelakuanya.
Tulisan ini saya tulis, tidak ada unsur mau menjelekkan orang pacaran. Namun, fenomena orang pacaran pegang dengkul pacar itu sudah lama saya lihat. Nah, dari situ saya bingung kenapa musti dengkul yang dipegang saat di atas sepeda motor. Ironisnya, mereka melakukan itu tidak merasa malu. Nggak tahu juga, mungkin jika saya ada di posisi mereka juga tidak akan merasa malu. Sepertinya saya harus pacaran ini untuk melakukan tradisi serupa haha. Siapa tahu ya kan saat gosok-gosok dengkul pacar keluar tulisan "selamat anda mendapatkan voucher umrah." Hahaaaa