Postingan

Jangan Duduk bersama Orang yang Menceritakan Keburukan Orang lain

       Jangan pernah duduk bersama orang yang menceritakan keburukan orang lain. Apalagi aib orang lain, lebih baik jangan sudah. Karena the next episode, bisa saja kamu yang akan jadi topik hangat berikutnya. Tapi jangan lantas langsung menjauh seperti itu. Ya kalau disapa, sapa balik. Tapi kalau diajak nongkrong bareng, jangan sudah haha.         Orang yang punya kebiasaan hobi menceritakan keburukan orang lain, itu sulit dihilangkan. Itu sudah menjadi karakter khasnya sudah. Dia nggak pernah berpikir, itu sebabnya dia suka menilai, ucap Carl Jung Gustav. Berdasarkan pengamatan saya, mereka yang suka cerita keburukan orang lain itu kan tidak suka membaca buku, pun juga tidak sholat. Kebanyakan dari mereka bodoh sih.       Di era sekarang di mana ada media sosial, metode pergibahan semakin canggih. Banyak dari mereka cerita keburukan orang lain di  media sosial. Sebaiknya jangan engkau jadikan teman mereka yang melak...

Arti Pertemanan

       Tahun 2024 silam, saya mendapat kabar teman saya resign dari pekerjaannya sebagai seorang guru. Setelah saya dinyatakan lolos UKPPG, keesokan harinya saya pergi ke rumahnya. Jauh-jauh dari kecamatan Patrang ke kecamatan Ajung untuk sekedar ingin tahu bagaimana kabarnya.         Sampai di sana, saya disambut dengan baik di warungnya. Bahkan saya dan adik saya diberi makanan secara gratis. Setelah resign dari sekolah, dia beralih menjadi penjual warung kecil di tepi sawah. Melihat pemandangan itu, saya tidak tega terus terang saja. Saya nggak ngerti alasan kenapa dia memilih resign padahal dia sudah masuk dapodik. Pendaftaran P3K telah dibuka saat itu. Saya yakin kalau dia ikut, dia akan lolos karena merupakan pelamar prioritas.       Dengan ngobrol dengannya, saya jadi tahu alasan mengapa dia memilih resign. Dia terlibat konflik dengan kepala sekolah yang baru. Maksud saya kenapa harus resign. Sayang sekali kan kalau...

Mimpi Bertemu Gusdur Part III

       Saya bermimpi bertemu beliau sudah tiga kali. Ketiga kalinya pada tanggal 30 Desember 2025. Saat itu saya tengah tidur siang dan bermimpi bertemu Gusdur. Yang saya sayangkan adalah saya tidak ingat perkataan beliau dengan jelas ketika bangun dari tidur. Terus terang, di sini saya bingung mau nulis apa.         Di dalam mimpi, ada banyak orang duduk lesehan tepi jalan di depan pagar beton rumah orang. Kami duduk di bawah pohon kecil yang cukup rindang. Kira-kira tinggi pohon itu satu meter setengah. Nah, alas duduk kami hanya tanah. Tapi di sisi-sisinya itu jelas cor-coran. Hanya tengahnya saja yang tanah. Kemudian itu tadi, ada pohon-pohon kecil tumbuh di area tanah tersebut. Kami ngobrol di sana. Ada saya, beberapa orang yang tidak saya kenal, dan juga Gusdur. Ada orang tanya ke Gusdur, oleh beliau dijawab. Ada lagi yang tanya, oleh beliau dijawab, begitu seterusnya. Hanya saja saya tidak ingat sudah. Di dalam mimpi saya ingat, setela...

Sebuah Perbedaan: Banyak Siswi Sekolah Dasar yang Mengenakan Jilbab

Gambar
       Saya ngajar di sekolah dasar itu mulai tahun 2021. Ada satu pemandangan yang mencolok sehingga menyita perhatian saya. Yakni siswi tahun itu banyak yang sudah mengenakan jilbab. Kelas 1 SD loh sudah banyak yang mengenakan jilbab. Tahun 2025 sekarang, saya juga mengajar di sekolah dasar yang berbeda. Saya amati banyak siswi saya yang mengenakan jilbab. Padahal itu di sekolah umum loh, bukan di madrasah. Kalau dipresentase, siswi yang mengenakan jilbab hampir 85%. Tahun 2024 lalu, saya juga pernah PPL di SD umum yang terletak di Mangli. Saya amati banyak juga rupanya siswi yang mengenakan jilbab. Saya rasa di mana-mana sekarang, saya dengan mudah menemukan siswi SD mengenakan jilbab. Hal itu berbeda loh dengan zaman saya SD 20 tahun silam.         Saat saya SD, tak seorang pun teman perempuan saya yang mengenakan jilbab. Saya juga tidak pernah melihat adik maupun kakak kelas yang perempuan mengenakan jilbab. Di SD lain pun juga sama. Say...

Apa Tujuan Bawa Anak Kecil ke Sekolah?

       Sampai saat ini, saya masih belum mengerti tujuan guru bawa anak kecil ke sekolah itu untuk apa ya. Sampai di sekolah, anaknya diajak keliling area sekolah. Hal itu mengundang banyak perhatian siswa-siswi yang lain. Didekati lah kemudian anak kecil tersebut. Diusap, dielus, dipegang pipinya, dst. Saya hanya mau bilang mohon maaf ya itu sekolah, bukan alun-alun.       Kapan lalu, saya melihat story WA teman saya yang memperlihatkan seorang anak kecil yang menemaninya di dalam kelas. Captionnya "bocil juga ikut belajar." Saya bingung jujur ini. Ngapain ke kelas bawa anak kecil? Itu anak kandungnya juga bukan. Saya nggak tahu itu siapanya. Yang saya tahu, anak itu bukan anak kandungnya. Mohon maaf ya, saya kurang sependapat dengan guru yang hobi membawa anak kecil di sekolah, apalagi dibawa masuk ke dalam kelas. Begitu guru tersebut menjelaskan materi di kelas, saya yakin 80% siswa tidak fokus padanya, melainkan fokus pada si anak kecil terseb...

Kalau Mau Bantu Orang, Pasti akan Dibantu juga oleh Allah

       Tadi, kami selesai pulang dari rekreasi. Begitu sampai sekolah, kami tidak pulang dulu. Hal itu dikarenakan kami harus memastikan bahwa semua siswa sudah dijemput oleh orang tuanya. Nah begitu hendak pulang, ada rekan guru yang ingin numpang dengan saya. Oke akhirnya saya beri beliau tumpangan.       Begitu masuk ke dalam perumahan, hujan deras turun. Saya menambah kecepatan saat itu. Alasannya supaya tidak terlalu basah kuyup begitu. Singkat cerita, kami sampai. Rekan saya menawari untuk singgah sebentar di rumahnya karena di luar hujan masih deras. Namun saya menolaknya dengan alasan sudah malam. Saya tidak mau mengganggu waktu istirahat beliau dan keluarga. Toh jarak rumah saya dari perumahan Cendrawasih juga dekat, sekitar 250 meter lah.         Ketika pulang itu saya menemukan masalah. Saya lupa arah pulang. Harusnya saya jalan lurus, tetapi saya belok kanan. Nggak tahu ya tiba-tiba saya merasa jalan itu salah....

Hari Guru 2025: Momen yang sangat Sulit untuk Dilupakan

Gambar
           Saya rasa, hari guru kemarin, menjadi momen yang sulit dilupakan bagi saya. Sebab saat ini saya mengajar di tempat yang berbeda. Selain itu, saya juga menjabat sebagai guru kelas. Berbeda dengan sebelumnya, di mana saya menjabat sebagai guru mata pelajaran.         Menjadi guru kelas, umumnya mendapat perlakuan yang berbeda di hari guru. Di mana banyak sekali kejutan, prank, hadiah yang diberikan oleh siswa-siswi kepada guru kelas tercintanya. Berbeda dengan guru mapel, yang tak mendapat sambutan semeriah guru kelas. Tapi bukan itu sih poinnya.         Hari guru adalah hari yang dinanti-nanti oleh seluruh siswa. Di kelas saya misalnya, mereka telah merencanakan surprise jauh-jauh hari. Menurut saya itu terlalu berlebihan begitu. Untuk saya, cukup berikan ucapan selamat saja. Tetapi kemarin itu berbeda. Saya justru mendapat sambutan yang luar biasa meriah. Dan saya berterima kasih untuk itu.  ...