Postingan

Jadi Imam Sholat Terawih di Sekolah Satu Hari: Nggak Kuat dengan Isi Amplopnya

       Menjelang kegiatan pondok Ramadhan, kepala sekolah menginstruksikan agar buka dan sholat tarawih bersama dilaksanakan di sekolah. Nah, di sana kepsek kami menanyakan sudah dihubungi apa belum imamnya. Kalau belum, segera hubungi imam yang tahun lalu. Salah satu guru usul "ngapain kita nyari imam luar Bu, ini loh ada pak Galuh bisa." Lalu kemudian saya tanya "kalau ngundang imam dari luar itu, sekolah bayar atau tidak?" Saya dengar bayar katanya. Oleh karena itu, saya ngomong "kalau begitu, pakai jasa saya sudah gpp gratis." Seluruh peserta rapat menyetujui saat itu.         Ini adalah pengalaman pertama saya jadi imam sholat terawih di sekolah. Terawih bersama ini diikuti mulai dari kelas 4 hingga 6. Kelas 1-3 ikut jadwal paginya. Alhamdulillah acara pondok Ramadhan saat itu cukup lancar.         Keesokan harinya, saya terkejut karena oleh guru agama, saya diberi amplop. Awalnya saya menolak. Saya bilang "sudah...

Amanat Pembina Upacara yang Gitu-Gitu aja

       Semasa sekolah, apakah pembaca pernah mengikuti upacara bendera setiap Senin? Jika pernah, bagaimana perasaan pembaca saat mendengarkan amanat dari pembina upacara? Apakah senang, sedih, bosan, atau yang lain? Jujur, penulis bosan sekali. Mulai dari penulis jadi siswa hingga menjadi guru, amanat pembina upacara ya gitu-gitu aja.         Pertama, yang diucapkan oleh pembina upacara yaitu ucapan terima kasih kepada petugas upacara. "Terima kasih kepada petugas upacara yang sudah bekerja dengan cukup baik. Semoga upacara berikutnya dapat lebih baik lagi" kurang lebih seperti itu. Kedua, ucapan kritik kepada peserta upacara. "Untuk peserta upacara sudah cukup baik ya, hanya saja bapak ibu guru masih melihat yang belakang ada yang bergurau. Semoga Minggu depan bisa lebih baik lagi ya semuanya." Ketiga umumnya ucapan untuk semangat dan rajin belajar. Keempat umumnya menyinggung perihal kebersihan lingkungan. "Tolong kalau habis beli-beli, sa...

Jangan Duduk bersama Orang yang Menceritakan Keburukan Orang lain

       Jangan pernah duduk bersama orang yang menceritakan keburukan orang lain. Apalagi aib orang lain, lebih baik jangan sudah. Karena the next episode, bisa saja kamu yang akan jadi topik hangat berikutnya. Tapi jangan lantas langsung menjauh seperti itu. Ya kalau disapa, sapa balik. Tapi kalau diajak nongkrong bareng, jangan sudah haha.         Orang yang punya kebiasaan hobi menceritakan keburukan orang lain, itu sulit dihilangkan. Itu sudah menjadi karakter khasnya sudah. Dia nggak pernah berpikir, itu sebabnya dia suka menilai, ucap Carl Jung Gustav. Berdasarkan pengamatan saya, mereka yang suka cerita keburukan orang lain itu kan tidak suka membaca buku, pun juga tidak sholat. Kebanyakan dari mereka bodoh sih.       Di era sekarang di mana ada media sosial, metode pergibahan semakin canggih. Banyak dari mereka cerita keburukan orang lain di  media sosial. Sebaiknya jangan engkau jadikan teman mereka yang melak...

Arti Pertemanan

       Tahun 2024 silam, saya mendapat kabar teman saya resign dari pekerjaannya sebagai seorang guru. Setelah saya dinyatakan lolos UKPPG, keesokan harinya saya pergi ke rumahnya. Jauh-jauh dari kecamatan Patrang ke kecamatan Ajung untuk sekedar ingin tahu bagaimana kabarnya.         Sampai di sana, saya disambut dengan baik di warungnya. Bahkan saya dan adik saya diberi makanan secara gratis. Setelah resign dari sekolah, dia beralih menjadi penjual warung kecil di tepi sawah. Melihat pemandangan itu, saya tidak tega terus terang saja. Saya nggak ngerti alasan kenapa dia memilih resign padahal dia sudah masuk dapodik. Pendaftaran P3K telah dibuka saat itu. Saya yakin kalau dia ikut, dia akan lolos karena merupakan pelamar prioritas.       Dengan ngobrol dengannya, saya jadi tahu alasan mengapa dia memilih resign. Dia terlibat konflik dengan kepala sekolah yang baru. Maksud saya kenapa harus resign. Sayang sekali kan kalau...

Mimpi Bertemu Gusdur Part III

       Saya bermimpi bertemu beliau sudah tiga kali. Ketiga kalinya pada tanggal 30 Desember 2025. Saat itu saya tengah tidur siang dan bermimpi bertemu Gusdur. Yang saya sayangkan adalah saya tidak ingat perkataan beliau dengan jelas ketika bangun dari tidur. Terus terang, di sini saya bingung mau nulis apa.         Di dalam mimpi, ada banyak orang duduk lesehan tepi jalan di depan pagar beton rumah orang. Kami duduk di bawah pohon kecil yang cukup rindang. Kira-kira tinggi pohon itu satu meter setengah. Nah, alas duduk kami hanya tanah. Tapi di sisi-sisinya itu jelas cor-coran. Hanya tengahnya saja yang tanah. Kemudian itu tadi, ada pohon-pohon kecil tumbuh di area tanah tersebut. Kami ngobrol di sana. Ada saya, beberapa orang yang tidak saya kenal, dan juga Gusdur. Ada orang tanya ke Gusdur, oleh beliau dijawab. Ada lagi yang tanya, oleh beliau dijawab, begitu seterusnya. Hanya saja saya tidak ingat sudah. Di dalam mimpi saya ingat, setela...

Sebuah Perbedaan: Banyak Siswi Sekolah Dasar yang Mengenakan Jilbab

Gambar
       Saya ngajar di sekolah dasar itu mulai tahun 2021. Ada satu pemandangan yang mencolok sehingga menyita perhatian saya. Yakni siswi tahun itu banyak yang sudah mengenakan jilbab. Kelas 1 SD loh sudah banyak yang mengenakan jilbab. Tahun 2025 sekarang, saya juga mengajar di sekolah dasar yang berbeda. Saya amati banyak siswi saya yang mengenakan jilbab. Padahal itu di sekolah umum loh, bukan di madrasah. Kalau dipresentase, siswi yang mengenakan jilbab hampir 85%. Tahun 2024 lalu, saya juga pernah PPL di SD umum yang terletak di Mangli. Saya amati banyak juga rupanya siswi yang mengenakan jilbab. Saya rasa di mana-mana sekarang, saya dengan mudah menemukan siswi SD mengenakan jilbab. Hal itu berbeda loh dengan zaman saya SD 20 tahun silam.         Saat saya SD, tak seorang pun teman perempuan saya yang mengenakan jilbab. Saya juga tidak pernah melihat adik maupun kakak kelas yang perempuan mengenakan jilbab. Di SD lain pun juga sama. Say...

Apa Tujuan Bawa Anak Kecil ke Sekolah?

       Sampai saat ini, saya masih belum mengerti tujuan guru bawa anak kecil ke sekolah itu untuk apa ya. Sampai di sekolah, anaknya diajak keliling area sekolah. Hal itu mengundang banyak perhatian siswa-siswi yang lain. Didekati lah kemudian anak kecil tersebut. Diusap, dielus, dipegang pipinya, dst. Saya hanya mau bilang mohon maaf ya itu sekolah, bukan alun-alun.       Kapan lalu, saya melihat story WA teman saya yang memperlihatkan seorang anak kecil yang menemaninya di dalam kelas. Captionnya "bocil juga ikut belajar." Saya bingung jujur ini. Ngapain ke kelas bawa anak kecil? Itu anak kandungnya juga bukan. Saya nggak tahu itu siapanya. Yang saya tahu, anak itu bukan anak kandungnya. Mohon maaf ya, saya kurang sependapat dengan guru yang hobi membawa anak kecil di sekolah, apalagi dibawa masuk ke dalam kelas. Begitu guru tersebut menjelaskan materi di kelas, saya yakin 80% siswa tidak fokus padanya, melainkan fokus pada si anak kecil terseb...